Jumlah Janda dan Duda di Kebumen Nyaris Tembus 120 Ribu, Kecamatan Mana yang Terbanyak?
![]() |
| Data terbaru, 118 ribu warga Kebumen berstatus janda dan duda tahun 2025. (Foto: Ilustrasi Canva) |
Berdasarkan Data Konsolidasi Bersih (DKB) Kementerian Dalam Negeri Tahun 2025 Semester II, tercatat sebanyak 118.237 penduduk Kebumen kini menyandang status janda dan duda.
Angka tersebut mencakup sekitar 8,13 persen dari total populasi Kabupaten Kebumen yang saat ini mencapai 1.453.417 jiwa.
Tren ini memberikan gambaran dinamis mengenai struktur keluarga dan kondisi sosial di berbagai kecamatan.
Rincian Status Perkawinan Masyarakat Kebumen
Secara keseluruhan, komposisi penduduk Kebumen masih didominasi oleh warga yang memiliki ikatan pernikahan sah.
Tercatat sebanyak 717.334 jiwa atau 49,36 persen penduduk berstatus kawin. Sementara itu, kelompok penduduk yang belum kawin mencapai 617.846 jiwa (42,51 persen).
Khusus untuk kategori janda dan duda, data dibagi menjadi dua kategori penyebab utama. Yaitu cerai hidup mencapai 32.191 jiwa atau 2,21 persen dari total penduduk.
Kemudian, cerai mati mencapai angka yang jauh lebih tinggi, yakni 86.046 jiwa atau 5,92 persen dari total penduduk Kabupaten Kebumen.
Kecamatan Kebumen Catat Angka Tertinggi
Berdasarkan persebaran wilayah, Kecamatan Kebumen menjadi daerah dengan jumlah janda dan duda terbanyak di kabupaten ini.
Di wilayah pusat pemerintahan tersebut, terdapat 2.969 orang yang bercerai hidup dan 8.349 orang yang bercerai mati.
Posisi selanjutnya diikuti oleh Kecamatan Sempor dengan total 6.231 orang (gabungan cerai hidup dan mati) serta Kecamatan Klirong yang mencatat 5.494 orang dengan status serupa.
Data Lengkap Status Janda/Duda per Kecamatan
Berikut adalah rincian jumlah penduduk dengan status Cerai Hidup (CH) dan Cerai Mati (CM) di 26 kecamatan se-Kabupaten Kebumen pada akhir tahun 2025:
1. Kebumen
- Cerai Hidup: 2.969
- Cerai Mati: 8.349
- Total (Duda/Janda): 11.318
2. Sempor
- Cerai Hidup: 1.780
- Cerai Mati: 4.451
- Total (Duda/Janda) 6.231
3. Ayah
- Cerai Hidup: 2.021
- Cerai Mati: 3.622
- Total (Duda/Janda): 5.643
4. Buayan
- Cerai Hidup: 1.904
- Cerai Mati: 3.797
- Total (Duda/Janda): 5.701
5. Sruweng
- Cerai Hidup: 1.462
- Cerai Mati: 4.089
- Total (Duda/Janda): 5.551
6. Klirong
- Cerai Hidup: 1.420
- Cerai Mati: 4.074
- Total (Duda/Janda): 5.494
7. Puring
- Cerai Hidup: 1.782
- Cerai Mati: 3.698
- Total (Duda/Janda): 5.480
8. Gombong
- Cerai Hidup: 1.519
- Cerai Mati: 3.897
- Total (Duda/Janda): 5.416
9. Petanahan
- Cerai Hidup: 1.517
- Cerai Mati: 3.885
- Total (Duda/Janda): 5.402
10. Alian
- Cerai Hidup 1.327
- Cerai Mati: 3.774
- Total (Duda/Janda): 5.101
11. Ambal
- Cerai Hidup: 1.162
- Cerai Mati: 3.927
- Total (Duda/Janda): 5.089
12. Karanggayam
- Cerai Hidup: 1.376
- Cerai Mati: 3.315
- Total (Duda/Janda): 4.691
13. Buluspesantren
- Cerai Hidup: 1.086
- Cerai Mati: 3.542
- Total (Duda/Janda): 4.628
14. Rowokele
- Cerai Hidup: 1.383
- Cerai Mati: 3.146
- Total (Duda/Janda): 4.529
15.Kuwarasan
- Cerai Hidup: 1.198
- Cerai Mati: 3.235
- Total (Duda/Janda): 4.433
16. Pejagoan
- Cerai Hidup: 1.173
- Cerai Mati: 3.168
- Total (Duda/Janda): 4.341
17. Mirit
- Cerai Hidup: 939
- Cerai Mati: 3.334
- Total (Duda/Janda): 4.273
18. Kutowinangun
- Cerai Hidup: 858
- Cerai Mati: 3.291
- Total (Duda/Janda): 4.149
19. Karangsambung
- Cerai Hidup: 1.030
- Cerai Mati: 2.882
- Total (Duda/Janda): 3.912
20. Adimulyo
- Cerai Hidup: 916
- Cerai Mati: 2.894
- Total (Duda/Janda): 3.810
21. Karanganyar
- Cerai Hidup: 1.001
- Cerai Mati: 2.758
- Total (Duda/Janda): 3.759
22. Prembun
- Cerai Hidup: 675
- Cerai Mati: 2.202
- Total (Duda/Janda): 2.877
23. Bonorowo
- Cerai Hidup: 455
- Cerai Mati: 1.502
- Total (Duda/Janda): 1.957
24. Sadang
- Cerai Hidup: 600
- Cerai Mati: 1.122
- Total (Duda/Janda): 1.722
25. Poncowarno
- Cerai Hidup: 254
- Cerai Mati: 1.146
- Total (Duda/Janda): 1.400
26. Padureso
- Cerai Hidup: 384
- Cerai Mati: 946
- Total (Duda/Janda): 1.330
Data Agregat Kependudukan ini merupakan hasil konsolidasi bersih yang dilakukan secara berkala untuk memantau perkembangan demografi di Kebumen.
Tingginya angka cerai mati dibandingkan cerai hidup menunjukkan bahwa faktor usia dan harapan hidup menjadi kontributor utama dalam perubahan status perkawinan masyarakat di "Bumi Beriman" ini.
Pemerintah daerah diharapkan dapat menggunakan data ini sebagai landasan kebijakan sosial dan perlindungan masyarakat ke depannya.***
