BREAKING NEWS! Tiga Kejadian Laka Air dalam Sehari di Kebumen, Empat Orang Hilang
![]() |
| Tim SAR Gabungan sisir tiga lokasi laka air di Kebumen. (Foto: Basarnas Cilacap) |
Hingga saat ini, Jumat pagi, 3 April 2026 empat orang dilaporkan masih dalam pencarian Tim SAR Gabungan.
1. Dua Bocah Terseret Ombak di Pantai Setrojenar
Dua anak asal Desa Banjurmukadan, Kecamatan Buluspesantren, dilaporkan hilang setelah terseret ombak besar pada Kamis, 2 April 2026. sekitar pukul 14.30 WIB.
Kejadian bermula saat korban bersama satu rekan lainnya bermain di area antara Pantai Brencong dan Pantai Setrojenar yang cenderung sepi.
Identitas korban hilang yakni Ikhsan Nur Awali (11) dan Andika Rizki Maulana (11).
Satu korban lainnya, Regi Maulana (11), berhasil diselamatkan oleh seorang pemancing di lokasi kejadian.
Tim dari BPBD Kebumen, SAR Tunas Kelapa, dan Kowara masih melakukan penyisiran di sepanjang garis pantai.
2. Lansia Hanyut di Sungai Jatinegara Kuwarasan
Di wilayah barat, seorang lansia bernama H. Bahrudin (72), warga Desa Lemahduwur, Kecamatan Kuwarasan, diduga hanyut di aliran Sungai Jatinegara pada Kamis sore.
Dugaan ini diperkuat dengan penemuan sepeda motor milik korban yang terparkir hanya berjarak 10 meter dari pinggir sungai.
Amin Riyanto, Koordinator Tim SAR Gabungan, menyatakan bahwa operasi pencarian sempat dilakukan hingga pukul 22.00 WIB namun hasil masih nihil dan dilanjutkan pagi ini, Jumat, 3 April 2026.
3. Pencari Ikan Hilang di Sungai Kretek Sadang
Sementara itu, operasi SAR juga berlangsung di Kecamatan Sadang. Seorang warga bernama Pujianto (55), warga Desa Kedunggong, dilaporkan hilang saat mencari ikan di Sungai Kretek sejak Rabu, 1 April 2026 sore.
Proses pencarian melibatkan dua unit (SRU) dengan metode body rafting menyusuri sungai sejauh 1,5 km ke arah hilir serta penyisiran darat di bantaran sungai.
Hingga Kamis sore, tim hanya menemukan alat pancing korban yang tersangkut di sela batu aliran sungai.
Mengingat intensitas laka air yang meningkat, masyarakat diimbau untuk lebih waspada saat beraktivitas di sekitar sungai maupun pantai.
Faktor cuaca dan arus bawah laut yang tidak terduga seringkali menjadi penyebab utama kecelakaan laut di pesisir selatan Kebumen.
Update perkembangan pencarian keempat korban akan terus dipantau melalui laporan Tim SAR Gabungan di lapangan.***
