Hampir 50 Persen Warga Kebumen Masih Lajang, Kecamatan Ini Jadi Penyumbang Jomblo Terbanyak

Hampir 50 Persen Warga Kebumen Masih Lajang, Kecamatan Ini Jadi Penyumbang Jomblo Terbanyak
Hampir 50 persen penduduk Kabupaten Kebumen masih jomblo. Disdukcapil mencatat 617.846 jiwa belum menikah. (Foto: Ilustrasi Canva)

PALINGKEBUMEN.COM - Data kependudukan Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah terbaru mengungkap fakta menarik. 

Dari total 1,45 juta jiwa penduduk Kabupaten Kebumen, hampir 50 persen di antaranya tercatat masih lajang atau belum menikah. Kecamatan Pejagoan menjadi daerah dengan persentase ‘jomblo’ tertinggi.

Berdasarkan Data Agregat Kependudukan Kabupaten Kebumen Tahun 2025 Semester II yang bersumber dari Data Konsolidasi Bersih (DKB) Kementerian Dalam Negeri, jumlah penduduk Kebumen mencapai 1.453.417 jiwa.

Dari jumlah tersebut, penduduk dengan status belum kawin atau lajang mencapai 617.846 jiwa. Angka ini setara dengan 42,51 persen dari total populasi. 

Sementara itu, penduduk yang sudah menikah tercatat sebanyak 717.334 jiwa atau 49,36 persen.

Disdukcapil Kebumen juga mencatat status perkawinan lainnya. Penduduk yang bercerai hidup sebanyak 32.191 jiwa (2,21 persen), dan yang bercerai karena kematian (cerai mati) mencapai 86.046 jiwa (5,92 persen).

Pejagoan Jadi Kecamatan dengan Lajang Terbanyak

Jika dirinci per kecamatan, wilayah Pejagoan menempati posisi pertama dengan persentase lajang tertinggi.

 Dari total 58.439 jiwa di kecamatan tersebut, sebanyak 26.030 jiwa atau 44,54 persen belum menikah.

Peringkat kedua ditempati oleh Kecamatan Kebumen. Dari 137.649 jiwa, penduduk yang belum kawin mencapai 62.341 jiwa atau 45,29 persen. 

Urutan ketiga adalah Kecamatan Alian dengan 32.560 jiwa lajang dari total 72.127 jiwa, atau setara 45,14 persen.

Rincian Data Penduduk Belum Kawin Tiap Kecamatan

Berikut adalah daftar lengkap jumlah penduduk dan persentase status belum kawin per kecamatan di Kabupaten Kebumen:

  1. Ayah: 27.449 jiwa (39,78%)
  2. Buayan: 28.936 jiwa (40,99%)
  3. Puring: 27.455 jiwa (40,36%)
  4. Petanahan: 27.004 jiwa (41,86%)
  5. Klirong: 28.891 jiwa (42,44%)
  6. Buluspesantren: 26.413 jiwa (41,95%)
  7. Ambal: 28.918 jiwa (43,06%)
  8. Mirit: 24.464 jiwa (42,61%)
  9. Prembun: 12.989 jiwa (42,53%)
  10. Kutowinangun: 22.152 jiwa (43,51%)
  11. Alian: 32.560 jiwa (45,14%)
  12. Kebumen: 62.341 jiwa (45,29%)
  13. Pejagoan: 26.030 jiwa (44,54%)
  14. Sruweng: 28.170 jiwa (43,23%)
  15. Adimulyo: 15.905 jiwa (40,31%)
  16. Kuwarasan: 22.892 jiwa (42,44%)
  17. Rowokele: 22.892 jiwa (42,04%)
  18. Sempor: 31.586 jiwa (42,77%)
  19. Gombong: 21.633 jiwa (42,60%)
  20. Karanganyar: 16.218 jiwa (42,04%)
  21. Karanggayam: 25.878 jiwa (40,74%)
  22. Sadang: 9.746 jiwa (40%)
  23. Bonorowo: 9.724 jiwa (42,30%)
  24. Padureso: 7.218 jiwa (40,61%)
  25. Poncowarno: 8.677 jiwa (43,39%)
  26. Karangsambung: 21.705 jiwa (42,44%)

Secara keseluruhan, data semester II tahun 2025 menunjukkan bahwa mayoritas penduduk Kebumen masih berstatus menikah. 

Namun, tingginya angka penduduk lajang yang mencapai 42,51 persen menjadi catatan tersendiri bagi pemerintah daerah. 

Pejagoan, Kebumen, dan Alian menjadi tiga wilayah dengan jumlah ‘jomblo’ paling signifikan. 

Data ini diharapkan bisa menjadi bahan evaluasi untuk program kependudukan dan pembinaan keluarga di Kabupaten Kebumen.***