Waspada Gelombang Tinggi di Kebumen, Nelayan dan Wisatawan Diminta Berhati-hati
![]() |
| Waspada gelombang tinggi di Laut Kebumen hingga 7 April 2026. (Foto: Humas Basarnas Cilacap) |
PALINGKEBUMEN.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini potensi gelombang tinggi yang melanda perairan selatan Kebumen hingga 7 April 2026.
Ketinggian gelombang diprediksi mencapai 1,25 hingga 2,5 meter, yang masuk dalam kategori sedang namun tetap berisiko bagi aktivitas pelayaran.
Cuaca di pesisir selatan saat ini terpantau mendung pekat dengan potensi hujan ringan hingga sedang.
Masyarakat perlu mewaspadai munculnya petir yang sering menyertai turunnya hujan di tengah laut. Kondisi ini dipicu oleh pergerakan angin dari arah Timur Laut ke Tenggara dengan kecepatan mencapai 18 knot.
Kondisi laut saat ini menuntut kewaspadaan ekstra, terutama bagi para nelayan lokal di Kebumen yang menggunakan perahu berukuran kecil.
Berdasarkan panduan keselamatan, aktivitas melaut menjadi sangat berbahaya jika:
- Perahu Nelayan: Menghadapi kecepatan angin di atas 15 knot dan gelombang lebih dari 1,25 meter.
- Kapal Tongkang: Terpapar angin kencang melebihi 16 knot dengan tinggi gelombang melampaui 1,5 meter.
Para nelayan diimbau untuk tidak memaksakan diri melaut jika kondisi cuaca di ufuk terlihat gelap atau terjadi peningkatan kecepatan angin secara mendadak.
Imbauan untuk Wisatawan Pantai
Selain sektor perikanan, para wisatawan yang berkunjung ke objek wisata pantai di Kebumen, seperti Pantai Menganti, Karangbolong, dan Petanahan, diminta tetap berada di zona aman.
Gelombang setinggi 2,5 meter dapat terjadi sewaktu-waktu dan membahayakan siapa pun yang beraktivitas terlalu dekat dengan bibir pantai.
Pemerintah daerah melalui petugas penjaga pantai terus memantau situasi di lapangan.
Wisatawan diharapkan mematuhi rambu larangan berenang dan mengikuti instruksi petugas demi mencegah kecelakaan laut selama masa peringatan dini ini berlaku.***
