1.800 Guru Ikuti Seminar How To Be A Great Teacher, Wabup Kebumen Singgung Tingginya Perceraian di Kalangan Pendidik
![]() |
Ribuan guru di Kebumen ikuti Seminar Nasional How To Be A Great Teacher. (Foto: Paling Kebumen) |
PALINGKEBUMEN.COM - Isu degradasi moral hingga tingginya angka perceraian di kalangan guru menjadi sorotan dalam Seminar Nasional How To Be a Great Teacher yang digelar di Gedung Pertemuan Setda Kebumen, Jumat, 31 Juli 2026.
Kegiatan ini diikuti sekitar 1.800 guru dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Kebumen.
Wakil Bupati Kebumen, Zaeni Miftah, menilai kondisi dunia pendidikan saat ini tidak bisa dilepaskan dari persoalan sosial yang lebih luas.
Ia menyebut degradasi moral telah menjangkiti berbagai lini, termasuk pendidik dan peserta didik.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengungkap bahwa angka perceraian di kalangan guru tergolong tinggi dibanding profesi lain, meski tidak merinci angka pasti.
“Guru seharusnya menjadi teladan. Tapi realitas hari ini menunjukkan ada persoalan serius yang perlu dibenahi bersama,” ujar Zaeni.
Menurutnya, seminar semacam ini penting untuk mengembalikan peran guru sebagai figur yang digugu dan ditiru, sekaligus memperkuat integritas dan tanggung jawab moral dalam dunia pendidikan.
Narasumber nasional, Syafii Efendi, menekankan bahwa tantangan guru saat ini tidak hanya soal metode mengajar, tetapi juga perubahan karakter generasi.
Ia menyoroti perlunya peningkatan kapasitas guru, baik dari sisi kompetensi maupun pola pikir kewirausahaan, terutama bagi guru honorer yang menghadapi tekanan ekonomi.
“Masalah ekonomi berdampak luas, termasuk pada kehidupan pribadi guru. Karena itu, guru perlu memiliki mindset baru agar lebih adaptif,” katanya.
Ketua DPD Teacherpreneur Nusantara Jawa Tengah, Slamet Muridan, menyebut kegiatan ini difokuskan pada perubahan pola pikir guru, khususnya di jenjang pendidikan dasar.
Ia menilai pembentukan karakter generasi muda sangat ditentukan oleh kualitas guru di tingkat awal pendidikan.
Sementara itu, Ketua TPN Kebumen, Sigit Setiawan, menegaskan seminar ini bertujuan mendorong inovasi pembelajaran dan meningkatkan produktivitas guru di tengah berbagai tantangan.
Seminar ini diharapkan menjadi titik awal pembenahan kualitas pendidik di Kebumen, sekaligus menjawab tantangan pendidikan di era generasi Z hingga Alpha.***
