Gardu Prabowo Kebumen Kecam Pernyataan Budi Arie: Jangan Bikin Gaduh Konstitusi!
![]() |
| Tanggapi Budi Arie, Gardu Prabowo Kebumen Siap Pasang Badan Kawal Pemerintahan Prabowo. |
PALINGKEBUMEN.COM - DPC Gardu Prabowo Kebumen angkat bicara menanggapi pernyataan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, yang memicu kegaduhan politik.
Ketua DPC Gardu Prabowo Kebumen, Wahyudin, menilai wacana mengenai kemungkinan pemilu digelar sebelum 2029 berpotensi memecah belah hubungan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo .
Wahyudin menegaskan bahwa masa jabatan presiden dan jadwal pemilu sudah memiliki ketentuan konstitusional yang mengikat.
Semua pihak, kata dia, wajib menghormati aturan tersebut demi menjaga stabilitas pemerintahan yang sedang berjalan.
"Menurut kami ada upaya memecah belah antara Jokowi dan Prabowo. Pernyataan seperti ini justru berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat," ujar Wahyudin dalam pernyataannya, Senin, 24 Agustus 2026.
Menurutnya, para tokoh politik seharusnya mengedepankan kepentingan negara dan fokus pada program pembangunan, bukan justru memunculkan spekulasi yang mengganggu stabilitas nasional.
Ia menilai pernyataan Budi Arie tidak mencerminkan sikap kenegarawanan karena dinilai membangun narasi yang bertentangan dengan konstitusi.
"Budi Arie menurut kami bukan menunjukkan sikap negarawan dengan upaya membangun narasi yang melawan konstitusi," tegasnya.
Wahyudin juga menyoroti bahwa wacana ini berpotensi menimbulkan persepsi adanya upaya merenggangkan hubungan politik antara Prabowo dan Jokowi, yang selama ini dikenal dekat.
Oleh karena itu, ia berharap seluruh elemen bangsa dapat menahan diri dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah persatuan .
"Kami siap lawan orang seperti Budi Arie yang bikin gaduh konstitusi, yang mewacanakan pemilu sebelum 2029," tegas Wahyudin.
Ia menambahkan, dinamika politik adalah hal lumrah dalam demokrasi. Namun, semua pihak harus bijak dalam menyikapi agar energi pemerintah tidak terseret ke dalam kontestasi politik yang belum waktunya.
Ke depan, Wahyudin mengajak seluruh elemen untuk mengawal pemerintahan Prabowo Subianto dalam menjalankan mandat rakyat hingga masa jabatannya berakhir sesuai peraturan perundang-undangan.***
