Luas Panen Cabai Rawit Kebumen Melonjak 76 Persen, Produksi Turun 18 Persen
PALINGKEBUMEN.COM - Luas panen cabai rawit di Kabupaten Kebumen melonjak pada 2025.
Namun, peningkatan luas lahan yang dipanen tersebut justru berbanding terbalik dengan produksinya yang mengalami penurunan.
Data Statistik Daerah Kabupaten Kebumen 2026 mencatat luas panen cabai rawit meningkat dari 318 hektare pada 2024 menjadi 559 hektare pada 2025.
Itu berarti luas panen bertambah 241 hektare atau sekitar 75,8 persen.
Pada periode yang sama, produksi cabai rawit justru turun dari 15.700,56 kuintal menjadi 12.883,09 kuintal, atau berkurang 2.817,47 kuintal atau sekitar 17,95 persen.
Luas Panen Bertambah 241 Hektare
Pada 2024, cabai rawit di Kebumen dipanen dari lahan seluas 318 hektare. Setahun kemudian, luas panennya mencapai 559 hektare.
Dengan demikian, terdapat tambahan 241 hektare lahan panen dalam satu tahun.
Jika dibandingkan dengan luas panen 2024, kenaikannya mencapai sekitar 75,8 persen, atau dibulatkan menjadi 76 persen.
Kenaikan tersebut cukup besar karena luas panen hampir mencapai dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Produksi Justru Turun 18 Persen
Berbeda dengan luas panen, produksi cabai rawit mengalami penurunan.
BPS mencatat produksi pada 2024 mencapai 15.700,56 kuintal. Pada 2025, produksinya turun menjadi 12.883,09 kuintal.
Selisih produksi mencapai 2.817,47 kuintal. Jika dihitung dari produksi 2024, penurunan tersebut sekitar 17,95 persen, atau dibulatkan menjadi 18 persen.
Artinya, tambahan luas panen pada 2025 belum diikuti dengan peningkatan jumlah produksi cabai rawit.
Hasil Produksi per Hektare Menurun
Perbandingan antara luas panen dan produksi juga menunjukkan perubahan pada hasil produksi per hektare.
Pada 2024, produksi 15.700,56 kuintal dari 318 hektare menghasilkan rata-rata sekitar 49,37 kuintal per hektare.
Sementara pada 2025, produksi 12.883,09 kuintal dari 559 hektare menghasilkan rata-rata sekitar 23,05 kuintal per hektare.
Perhitungan tersebut menunjukkan hasil produksi per hektare pada 2025 lebih rendah dibandingkan 2024.
Namun, publikasi BPS yang menjadi sumber berita ini tidak menjelaskan penyebab spesifik penurunan hasil produksi per hektare tersebut.
Karena itu, faktor seperti cuaca, hama, penyakit tanaman, atau kondisi budidaya tidak dapat disebut sebagai penyebab tanpa data pendukung lain.
Cabai Rawit Masuk Komoditas yang Produktivitasnya Turun
Penurunan produksi cabai rawit terjadi di tengah perubahan pada sejumlah komoditas hortikultura Kebumen.
BPS mencatat produktivitas beberapa komoditas pada 2025 mengalami penurunan, antara lain cabai besar, cabai rawit, kangkung, mentimun, melon, semangka, dan tomat.
Di sisi lain, produksi terung justru meningkat dari 9.773,40 kuintal pada 2024 menjadi 10.256,70 kuintal pada 2025.
Data cabai rawit Kebumen pada 2025 akhirnya memperlihatkan kondisi yang cukup kontras: luas panen bertambah sekitar 76 persen, tetapi produksi turun hampir 18 persen.
Angka tersebut menunjukkan bahwa bertambahnya luas lahan panen tidak selalu berbanding lurus dengan jumlah produksi yang dihasilkan.***
