Daftar 9 Desa Paling Sepi di Kebumen, Ada yang Penduduknya Tak Sampai 500 Jiwa
![]() |
| Sembilan desa paling sepi di Kebumen dengan penduduk kurang dari 1.000 jiwa. Desa Kedungdowo terendah, hanya 497 penduduk. (Foto: AI Image Generator) |
PALINGKEBUMEN.COM - Kabupaten Kebumen memiliki keberagaman profil wilayah yang menarik untuk disimak, termasuk daerah dengan kepadatan penduduk yang sangat rendah.
Berdasarkan data terbaru, tercatat ada sembilan desa di Kabupaten Kebumen yang memiliki jumlah penduduk sangat minim, bahkan tidak mencapai angka 1.000 jiwa.
Data Agregat Kependudukan Kabupaten Kebumen Tahun 2025 Semester II menunjukkan dinamika sebaran warga yang cukup kontras.
Informasi yang bersumber dari Data Konsolidasi Bersih (DKB) Kementerian Dalam Negeri tersebut menempatkan Desa Kedungdowo di Kecamatan Poncowarno sebagai wilayah dengan populasi paling sedikit.
Dominasi Desa dengan Populasi di Bawah 1.000 Jiwa
Fenomena desa "sepi" ini tersebar di beberapa kecamatan. Desa Kedungdowo menjadi perhatian karena hanya dihuni oleh 497 jiwa.
Bisa dibayangkan betapa kecilnya populasi desa tersebut, yang hanya menyumbang sekitar 2,49 persen dari total penduduk di Kecamatan Poncowarno.
Menariknya, komposisi gender di desa-desa ini cenderung seimbang. Meski di beberapa titik seperti Desa Pencil dan Desa Karangglonggong, jumlah penduduk perempuan sedikit lebih mendominasi dibandingkan laki-laki.
Rincian Desa dengan Penduduk Tersedikit di Kebumen
Berikut adalah daftar lengkap sembilan desa di Kabupaten Kebumen dengan jumlah penduduk paling sedikit berdasarkan data DKB 2025:
1. Desa Kedungdowo (Kecamatan Poncowarno)
Total penduduk hanya 497 jiwa. Terdiri dari 247 laki-laki dan 250 perempuan.
2. Desa Pencil (Kecamatan Karangsambung)
Memiliki total 536 penduduk. Komposisi warga terdiri atas 258 laki-laki dan 278 perempuan.
3. Desa Pesuruhan (Kecamatan Puring)
Tercatat dihuni oleh 659 jiwa, dengan rincian 336 laki-laki dan 323 perempuan.
4. Desa Karangglonggong (Kecamatan Klirong)
Total populasi mencapai 733 jiwa. Sebanyak 361 adalah laki-laki dan 372 perempuan.
5. Desa Pengaringan (Kecamatan Pejagoan)
Desa ini memiliki 753 penduduk, yang terdiri dari 389 laki-laki dan 364 perempuan.
6. Desa Kalijering (Kecamatan Padureso)
Hanya dihuni oleh 788 jiwa, dengan rincian 412 laki-laki dan 376 perempuan.
7. Desa Karangtengah (Kecamatan Karanggayam)
Total warga sebanyak 840 jiwa, terdiri dari 428 laki-laki dan 412 perempuan.
8. Desa Tegalrejo (Kecamatan Poncowarno)
Desa kedua di Poncowarno yang masuk daftar ini memiliki 910 penduduk (461 laki-laki, 449 perempuan).
9. Desa Karangsari (Kecamatan Sruweng)
Menempati posisi terakhir di daftar ini dengan 990 jiwa, terdiri dari 505 laki-laki dan 485 perempuan.
Data sembilan desa paling sepi ini memberikan gambaran tentang persebaran penduduk yang tidak merata di Kabupaten Kebumen.
Meski jumlah penduduk sedikit, masing-masing desa tetap memiliki dinamika sosial dan potensi tersendiri.
Fakta ini menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah dalam merancang kebijakan pemerataan pembangunan dan pelayanan publik di seluruh wilayah Kebumen.***
