Lebih dari 308 Ribu Warga Kebumen Berstatus Jomblo, Didominasi Usia 15-24 Tahun
![]() |
| Hampir Separuh Warga Kebumen Usia 20-an Akhir Masih Lajang, Ini Data Disdukcapil. (Foto: Canva) |
PALINGKEBUMEN.COM - Rata-rata usia pernikahan pertama warga di suatu daerah menjadi salah satu indikator penting dalam melihat kondisi sosial dan ekonomi wilayah tersebut.
Di Kabupaten Kebumen, tren warga yang memilih untuk menunda pernikahan terlihat cukup berjarak di setiap kelompok umur, terutama pada usia produktif.
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kebumen merilis data terbaru mengenai sebaran penduduk berstatus belum kawin.
Berdasarkan Buku Profil Perkembangan Kependudukan Kabupaten Kebumen Tahun 2025, tercatat ada 308.030 jiwa warga Kebumen yang berstatus lajang dari total 827.434 jiwa penduduk di rentang usia 15 hingga 54 tahun.
Angka ini menunjukkan bahwa sekitar 37,23% dari populasi produktif di Kebumen masih menikmati masa kesendiriannya.
Melihat lebih detail ke kelompok usia, persentase tertinggi penduduk lajang berada pada kelompok umur remaja, yaitu 15–19 tahun, dengan angka mencapai 99,59% atau sebanyak 106.989 jiwa.
Angka yang sangat tinggi ini terbilang wajar karena mayoritas penduduk di usia ini masih berada dalam masa menempuh pendidikan menengah atau persiapan menuju jenjang perkuliahan.
Pergeseran menarik mulai terlihat saat memasuki usia matang. Pada kelompok umur 20–24 tahun, sebanyak 89,72% atau 95.473 warga Kebumen tercatat belum menikah.
Angka ini kemudian turun drastis hampir separuhnya ketika memasuki fase usia 25–29 tahun. Pada kelompok usia ini, persentase warga yang masih melajang berada di angka 49,30% atau sebanyak 55.769 jiwa.
Hal ini menandakan bahwa usia akhir 20-an menjadi fase utama bagi sebagian besar warga Kebumen untuk memutuskan membina rumah tangga.
Memasuki usia kepala tiga, jumlah warga Kebumen yang berstatus lajang semakin menyusut.
Pada kelompok umur 30–34 tahun, persentasenya tersisa 20,49% (22.244 jiwa), dan terus menurun hingga 11,21% (11.742 jiwa) pada rentang usia 35–39 tahun.
Bagi kelompok usia mapan ke atas, jumlah warga yang belum menikah angkanya semakin kecil.
Pada usia 40–44 tahun terdapat 7,07% warga lajang, disusul usia 45–49 tahun sebesar 5,19%, dan menyisakan 3,99% atau 3.505 jiwa pada kelompok usia 50–54 tahun.
Data tren kependudukan ini memberikan gambaran nyata bahwa kesiapan ekonomi, kematangan personal, dan faktor sosial di Kebumen sangat memengaruhi keputusan seseorang dalam melangkah ke jenjang pernikahan.***
