Kebumen 'Surplus' Laki-Laki: Cek Kecamatan dengan Populasi Pria Terbanyak!
PALINGKEBUMEN.COM - Hasil Data Konsolidasi Bersih (DKB) Kementerian Dalam Negeri Semester II Tahun 2025 menunjukkan tren demografi yang unik di Kabupaten Kebumen.
Dari total 1.453.417 penduduk, tercatat jumlah laki-laki mencapai 736.988 jiwa (50,71 persen), sementara perempuan sebanyak 716.429 jiwa (49,29 persen).
Secara agregat, Kebumen mengalami surplus laki-laki sebanyak 20.559 jiwa. Dari 26 kecamatan yang ada, hampir seluruh wilayah didominasi oleh laki-laki.
Kecuali Kecamatan Gombong dan Adimulyo yang justru memiliki populasi perempuan lebih banyak.
Kecamatan "Paling Maskulin"
Jika dilihat dari persentase, Kecamatan Sadang menempati urutan pertama sebagai wilayah paling maskulin dengan rasio laki-laki sebesar 51,40 persen.
Disusul oleh Karanggayam (51,15 persen) dan Buayan (51,03 persen).
Secara jumlah absolut, Kecamatan Kebumen menyumbang selisih laki-laki terbanyak dengan surplus 1.637 jiwa dibanding perempuan di wilayah tersebut.
Dua Wilayah "Surplus" Perempuan
Anomali terjadi di Kecamatan Gombong dan Adimulyo. Di Gombong, jumlah perempuan lebih banyak 179 jiwa dibandingkan laki-laki.
Sementara di Adimulyo, populasi perempuan unggul tipis dengan selisih 18 jiwa.
Data Sebaran Penduduk Kebumen per Kecamatan (Semester II 2025)
Berikut adalah rincian data populasi berdasarkan kecamatan yang menunjukkan dominasi gender di masing-masing wilayah:
1. Kebumen
- Laki-laki: 69.643 (50,59%)
- Perempuan: 68.006 (49,41%)
- Total Penduduk: 137.649
2. Sempor
- Laki-laki: 37.520 (50,81%)
- Perempuan: 36.330 (49,19%)
- Total Penduduk: 73.850
3.Alian
- Laki-laki: 36.766 (50,97%)
- Perempuan: 35.361 (49,03%)
- Total Penduduk: 72.127
4. Buayan
- Laki-laki: 36.019 (51,03%)
- Perempuan: 34.569 (48,97%)
- Total Penduduk: 70.588
5. Ayah
- Laki-laki: 34.948 (50,64%)
- Perempuan: 34.062 (49,36%)
- Total Penduduk: 69.010
6. Klirong
- Laki-laki: 34.506 (50,69%)
- Perempuan: 33.565 (49,31%)
- Total Penduduk: 68.071
7. Puring
- Laki-laki: 34.500 (50,71%)
- Perempuan: 33.529 (49,29%)
- Total Penduduk: 68.029
8. Ambal
- Laki-laki: 34.123 (50,81%)
- Perempuan: 33.029 (49,19%)
- Total Penduduk: 67.152
9. Sruweng
- Laki-laki: 32.892 (50,47%)
- Perempuan: 32.275 (49,53%)
- Total Penduduk: 65.167
10. Petanahan
- Laki-laki: 32.652 (50,61%)
- Perempuan: 31.865 (49,39%)
- Total Penduduk: 64.517
11. Karanggayam
- Laki-laki: 32.487 (51,15%)
- Perempuan: 31.030 (48,85%)
- Total Penduduk: 63.517
12. Buluspesantren
- Laki-laki: 32.032 (50,88%)
- Perempuan: 30.926 (49,12%)
- Total Penduduk: 62.958
13. Pejagoan
- Laki-laki: 29.748 (50,90%)
- Perempuan: 28.691 (49,10%)
- Total Penduduk: 58.439
14. Mirit
- Laki-laki: 29.116 (50,71%)
- Perempuan: 28.299 (49,29%)
- Total Penduduk: 57.415
15. Kuwarasan
- Laki-laki: 27.509 (51,00%)
- Perempuan: 26.428 (49,00%)
- Total Penduduk: 53.937
16. Rowokele
- Laki-laki: 27.507 (50,51%)
- Perempuan: 26.950 (49,49%)
- Total Penduduk: 54.457
17. Karangsambung
- Laki-laki: 26.069 (50,97%)
- Perempuan: 25.075 (49,03%)
- Total Penduduk: 51.144
18. Kutowinangun
- Laki-laki: 25.810 (50,70%)
- Perempuan: 25.100 (49,30%)
- Total Penduduk: 50.910
19. Karanganyar
- Laki-laki: 19.442 50,40%)
- Perempuan: 19.133 (49,60%)
- Total Penduduk: 38.575
20. Prembun
- Laki-laki: 15.333 (50,21%)
- Perempuan: 15.207 (49,79%)
- Total Penduduk: 30.540
21. Sadang
- Laki-laki: 12.523 (51,40%)
- Perempuan: 11.840 (48,60%)
- Total Penduduk: 24.363
22. Bonorowo
- Laki-laki: 11.695 (50,87%)
- Perempuan: 11.295 (49,13%)
- Total Penduduk: 22.990
23. Poncowarno
- Laki-laki: 10.159 (50,80%)
- Perempuan: 9.840 (49,20%)
- Total Penduduk: 19.999
24. Padureso
- Laki-laki: 8.968 (50,46%)
- Perempuan: 8.806 (49,54%)
- Total Penduduk: 17.774
25. Gombong
- Laki-laki: 25.304 (49,82%)
- Perempuan: 25.483 (50,18%)
- Total Penduduk: 50.787
26. Adimulyo
- Laki-laki: 19.717 (49,98%)
- Perempuan: 19.735 (50,02%)
- Total Penduduk: 39.452
Surplus laki-laki di tingkat kabupaten mencapai 20.559 jiwa, mencerminkan dinamika pertumbuhan penduduk yang sehat namun memerlukan perhatian dalam perencanaan fasilitas publik yang responsif gender.***
