17.024 Warga Kebumen Meninggal Sepanjang 2025, Penduduk Laki-Laki Mendominasi
![]() |
| Data kematian Kebumen 2025, sebanyak 17.024 akta kematian diterbitkan. (Foto: Dok. Paling Kebumen) |
PALINGKEBUMEN.COM - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kebumen mencatatkan total 17.024 warga meninggal dunia sep0anjang tahun 2025.
Data ini terangkum dalam laporan Data Agregat Kependudukan Kabupaten Kebumen Semester II Tahun 2025 yang baru saja dirilis.
Menariknya, statistik menunjukkan angka kematian penduduk laki-laki lebih tinggi dibandingkan perempuan.
Dari keseluruhan data, terdapat 9.059 jiwa penduduk laki-laki yang tutup usia, sementara penduduk perempuan tercatat sebanyak 7.965 jiwa.
Kesadaran Tertib Administrasi Kependudukan
Pemkab Kebumen melalui Disdukcapil memastikan bahwa seluruh laporan kematian tersebut telah diproses secara administratif.
Hingga akhir Desember 2025, instansi ini telah menerbitkan 17.024 akta kematian, jumlah yang persis sama dengan total laporan yang masuk ke sistem kependudukan.
Hal ini menunjukkan efektivitas pelayanan administrasi di Kebumen, di mana setiap pelaporan kematian langsung ditindaklanjuti dengan penerbitan dokumen resmi sebagai dasar pemutakhiran data penduduk.
Rincian Data per Kecamatan
Berdasarkan sebaran wilayah, Kecamatan Kebumen menjadi daerah dengan angka kematian tertinggi, yakni mencapai 1.672 jiwa.
Sementara itu, wilayah dengan angka kematian paling rendah berada di Kecamatan Padureso dengan 158 jiwa.
Berikut adalah rincian lengkap penerbitan akta kematian di 26 kecamatan di Kabupaten Kebumen selama tahun 2025:
- Kebumen: 1.672
- Sempor: 919
- Sruweng: 876
- Ambal: 861
- Gombong: 858
- Klirong: 846
- Buayan: 813
- Petanahan: 783
- Ayah: 778
- Buluspesantren: 711
- Puring: 685
- Alian: 665
- Pejagoan: 660
- Kutowinangun: 629
- Kuwarasan: 628
- Karangsambung: 619
- Adimulyo: 615
- Karanganyar: 584
- Karanggayam: 572
- Mirit: 510
- Rowokele: 483
- Prembun: 413
- Sadang: 240
- Bonorowo: 230
- Poncowarno: 216
- Padureso: 158
Data agregat ini memberikan gambaran demografis yang krusial bagi pemerintah daerah untuk menyusun kebijakan kesehatan dan sosial di masa depan.
Masyarakat diimbau untuk terus aktif melaporkan peristiwa kependudukan, baik kelahiran maupun kematian, guna menjaga akurasi data kependudukan di Kabupaten Kebumen.***
