1.294 Warga Kebumen Alami Gangguan Jiwa, Ini Daftar Sebaran di 26 Kecamatan
![]() |
| Gangguan mental mendominasi disabilitas di Kebumen dengan 1.294 jiwa. (Foto: AI Image Generator) |
PALINGKEBUMEN.COM - Jumlah penyandang disabilitas di Kabupaten Kebumen pada Semester II Tahun 2025 tercatat didominasi oleh kategori disabilitas mental atau gangguan jiwa.
Dari total data yang ada, kelompok ini mencapai 1.294 jiwa atau 45,98 persen dari keseluruhan penyandang disabilitas.
Berdasarkan Data Agregat Kependudukan Kabupaten Kebumen Tahun 2025 Semester II, total penduduk Kebumen mencapai 1.453.417 jiwa.
Dari jumlah tersebut, terdapat berbagai kategori penyandang disabilitas dengan proporsi yang beragam.
Kategori disabilitas mental/jiwa menjadi yang tertinggi dengan 1.294 jiwa (0,09 persen dari total penduduk).
Sementara itu, disabilitas lainnya meliputi rungu/wicara sebanyak 561 jiwa (0,04 persen), disabilitas fisik 454 jiwa (0,03 persen).
Kemudian, netra atau buta 198 jiwa (0,01 persen), serta kategori lainnya sebanyak 134 jiwa (0,01 persen).
Selain itu, terdapat pula kelompok penyandang disabilitas fisik dan mental sebanyak 173 jiwa yang turut masuk dalam pendataan.
Sebaran penyandang disabilitas mental/jiwa di tiap kecamatan menunjukkan variasi yang cukup signifikan.
Sebaran Wilayah
Distribusi penyandang disabilitas mental tersebar di 26 kecamatan di Kabupaten Kebumen.
Kecamatan Kebumen menempati urutan pertama dengan jumlah 155 jiwa, disusul oleh Kecamatan Adimulyo dengan 91 jiwa, dan Kecamatan Gombong sebanyak 73 jiwa.
Berikut adalah daftar lengkap jumlah penyandang disabilitas mental per kecamatan:
- Kebumen: 155
- Adimulyo: 91
- Gombong: 73
- Rowokele: 72
- Sruweng: 67
- Puring: 64
- Buluspesantren: 63
- Sempor: 61
- Karanganyar: 60
- Alian: 60
- Buayan: 56
- Prembun: 52
- Kuwarasan: 52
- Ambal: 46
- Klirong: 43
- Petanahan: 40
- Ayah: 39
- Pejagoan: 37
- Mirit: 30
- Kutowinangun: 29
- Karanggayam: 24
- Bonorowo: 23
- Karangsambung: 17
- Sadang: 16
- Padureso: 12
- Poncowarno: 12
Dominasi penyandang disabilitas mental/jiwa dalam data kependudukan Kebumen menjadi gambaran penting bagi perencanaan kebijakan dan layanan sosial.
Pemerintah daerah diharapkan dapat memanfaatkan data ini untuk memperkuat program penanganan dan pendampingan yang tepat sasaran bagi kelompok disabilitas di wilayahnya.***
