Tren Merokok di Kalangan Remaja Kebumen Menurun, Namun Angka Masih Perlu Diwaspadai

Tren Merokok di Kalangan Remaja Kebumen Menurun, Namun Angka Masih Perlu Diwaspadai
Prevalensi perokok remaja di Kebumen turun pada 2025, berada di bawah rata-rata Jawa Tengah. (Foto: Ilustrasi Canva)
PALINGKEBUMEN.COM - Kabupaten Kebumen mencatatkan penurunan persentase perokok muda usia 15-24 tahun dalam lima tahun terakhir. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, pada tahun 2025, angka perokok pemuda di Kebumen berada di level 20,75 persen. 

Angka ini lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu 21,46 persen pada 2024.

Secara historis, tren merokok di kalangan remaja Kebumen mengalami fluktuasi. Pada 2021, persentasenya tercatat 18,91 persen, kemudian melonjak tajam ke 23,37 persen pada 2022. 

Angka tersebut berhasil ditekan menjadi 19,86 persen di tahun 2023 sebelum kembali naik tipis di 2024 dan turun lagi di 2025.

Meski mengalami penurunan dua tahun terakhir, angka 20,75 persen tetap menjadi perhatian. Artinya, lebih dari satu dari lima pemuda di Kebumen tercatat sebagai perokok aktif dalam sebulan terakhir.

Peringkat Kebumen di Jawa Tengah

Dibandingkan kabupaten dan kota lain se-Jawa Tengah, Kebumen berada di posisi yang relatif aman. Dengan 20,75 persen, Kebumen menempati peringkat ke-18 tertinggi. 

Angka ini jauh di bawah daerah dengan perokok muda tertinggi, yaitu Temanggung yang mencapai 39,15 persen, disusul Wonosobo 36,84 persen, dan Banjarnegara 33,61 persen.

Sementara itu, tiga daerah dengan perokok muda terendah adalah Kota Surakarta 11,41 persen, Sukoharjo 11,04 persen, dan Kota Salatiga yang paling rendah se-Jawa Tengah dengan hanya 10,95 persen.

Sebagai perbandingan, rata-rata persentase perokok usia 15-24 tahun untuk seluruh Jawa Tengah pada 2025 adalah 21,82 persen. Angka Kebumen yang sebesar 20,75 persen masih berada di bawah rata-rata provinsi.

Meski capaian Kebumen terbilang lebih baik dibanding banyak daerah lain, para pegiat kesehatan masyarakat mengingatkan bahwa angka satu dari lima remaja perokok tetap memprihatinkan. 

Kebiasaan merokok sejak usia muda meningkatkan risiko penyakit kronis seperti kanker paru, penyakit jantung, dan gangguan pernapasan di kemudian hari.***