Cabai Rawit Kebumen Dipanen di Lahan Lebih Luas, Tapi Produksinya Malah Turun
![]() |
| Petani memanen cabai rawit di Kabupaten Kebumen. Data BPS mencatat luas panen meningkat menjadi 559 hektare pada 2025, tetapi produksi justru turun menjadi 12.883,09 kuintal. (Foto: Ilustrasi AI) |
PALINGKEBUMEN.COM - Produksi cabai rawit di Kabupaten Kebumen mengalami penurunan pada 2025, meski luas panennya justru meningkat.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penambahan luas lahan panen belum diikuti kenaikan hasil produksi.
Data Statistik Daerah Kabupaten Kebumen 2026 mencatat luas panen cabai rawit meningkat dari 318 hektare pada 2024 menjadi 559 hektare pada 2025.
Namun, produksi cabai rawit justru turun dari 15.700,56 kuintal menjadi 12.883,09 kuintal.
Luas Panen Bertambah 241 Hektare
Pada 2024, cabai rawit Kebumen dipanen dari lahan seluas 318 hektare. Setahun kemudian, luas panennya mencapai 559 hektare.
Artinya, terdapat penambahan luas panen sebesar 241 hektare atau sekitar 75,8 persen dalam satu tahun.
Namun, peningkatan luas panen tersebut tidak diikuti peningkatan produksi.
Produksi Justru Turun 2.817,47 Kuintal
Produksi cabai rawit pada 2024 tercatat 15.700,56 kuintal. Pada 2025, produksinya turun menjadi 12.883,09 kuintal.
Dengan demikian, produksi berkurang 2.817,47 kuintal, atau sekitar 17,95 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Jika dihitung berdasarkan luas panen, produktivitas rata-rata juga mengalami penurunan cukup besar.
Pada 2024, produksinya sekitar 49,37 kuintal per hektare, sedangkan pada 2025 turun menjadi sekitar 23,05 kuintal per hektare.
Angka tersebut menunjukkan bahwa tambahan luas panen pada 2025 tidak menghasilkan produksi yang lebih besar karena hasil per hektarenya justru turun.
Cabai Rawit Bukan Satu-Satunya Komoditas yang Turun
Penurunan produksi cabai rawit terjadi di tengah kondisi hortikultura Kebumen yang cukup beragam.
BPS mencatat produktivitas sejumlah komoditas hortikultura pada 2025 mengalami penurunan, termasuk cabai besar, cabai rawit, kangkung, mentimun, melon, semangka, dan tomat.
Sementara itu, produksi terung justru meningkat dari 9.773,40 kuintal pada 2024 menjadi 10.256,70 kuintal pada 2025.
Produksi Turun Meski Lahan Panen Meluas
Data cabai rawit Kebumen pada 2024 dan 2025 memperlihatkan perubahan yang cukup mencolok.
Luas panen bertambah lebih dari 200 hektare, tetapi produksi justru turun hampir 2.900 kuintal.
BPS dalam publikasi tersebut mencatat data luas panen, produksi, dan produktivitas komoditas hortikultura, tetapi tidak menjelaskan penyebab spesifik mengapa produksi cabai rawit turun ketika luas panennya meningkat.
Karena itu, penurunan produksi tersebut tidak dapat langsung dikaitkan dengan faktor tertentu tanpa data pendukung tambahan.
Yang jelas, pada 2025 Kebumen memiliki 559 hektare luas panen cabai rawit, tetapi produksinya hanya 12.883,09 kuintal, lebih rendah dibandingkan capaian 2024.***
