Tangis Haru Sigit Sudarmaji Pecah Saat Rumahnya yang Ambruk Dibangun Kembali Sedulur Kebumen
![]() |
| Rumah roboh diterjang angin, rarga Kebadongan, Klirong, Kebumen dapat bantuan bedah rumah dari Sedulur Kebumen. (Foto: Riski/Palingkebumen.com) |
Warga RT 03 RW 03 Desa Kebadongan, Kecamatan Klirong ini baru saja kehilangan tempat tinggal setelah bangunan rumah mereka ambruk total akibat cuaca buruk.
Insiden tersebut terjadi pada Kamis, 2 April 2026 sore sekitar pukul 14.45 WIB. Sigit menceritakan detik-detik mencekam saat dirinya nyaris tertimpa material bangunan.
Saat itu, ia tengah bersiap melaksanakan salat ketika mendengar suara kayu patah dari bagian atap.
"Saya lihat ke atas ada bunyi kretek-kretek, lalu muncul cahaya dari atap. Saya langsung lari keluar lewat pintu belakang. Alhamdulillah, saya selamat karena posisi sudah dekat tempat salat yang jalurnya pendek ke pintu," kenang Sigit saat ditemui di lokasi, Selasa, 7 April 2026.
Meskipun cuaca saat itu tidak sedang hujan deras, saksi mata di sekitar lokasi melihat adanya pusaran angin di area belakang rumah yang banyak ditumbuhi pohon.
Angin kencang tersebut diduga menjadi penyebab utama robohnya konstruksi atap yang menggunakan genteng tanah liat, sehingga beban material langsung menghancurkan seluruh bagian tengah rumah, termasuk perabotan seperti lemari dan televisi.
Beruntung, sang istri, Riyanti, dan anak-anaknya sedang berada di luar rumah saat kejadian, sehingga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Aksi Cepat Sedulur Kebumen
Merespons musibah tersebut, komunitas Sedulur Kebumen bergerak taktis melakukan penggalangan dana.
Dalam waktu tiga hari, terkumpul bantuan sebesar Rp30 juta yang dialokasikan untuk modal kerja renovasi total serta pengadaan perabotan rumah tangga baru.
Penyerahan bantuan bedah rumah yang ke-51 ini dilakukan langsung pada Selasa, 7 April 2026.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, Koordinator Bedah Rumah Sedulur Kebumen Sugeng Budiawan, serta sejumlah tokoh lintas agama, pengusaha, dan jajaran Forkopimcam Klirong.
Koordinator Sedulur Kebumen, Sugeng Budiawan, menjelaskan bahwa pihaknya tergerak setelah menerima laporan mengenai kondisi rumah Sigit yang rata dengan tanah.
"Kami membawa modal untuk pembangunan kembali, termasuk bantuan kasur, kursi, hingga televisi. Ini adalah rumah ke-51 yang kami tangani. Kami bersyukur bisa terus berpartisipasi membantu masyarakat yang sedang kesusahan," ujar Sugeng.
Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif sosial ini.
Baginya, kolaborasi antara komunitas dan masyarakat dalam menangani masalah rumah tidak layak huni merupakan langkah yang sangat positif.
"Ini pertama kalinya saya mengikuti kegiatan ini dan menurut saya programnya sangat bagus. Kami berharap kegiatan ini berkelanjutan agar tidak ada lagi rumah tidak layak di Kebumen. Kami siap mengerahkan personel jika diperlukan bantuan tenaga untuk proses pembangunan," tegas Kapolres.
Di sisi lain, Sigit Sudarmaji mengaku sangat terbantu dengan kepedulian para dermawan. Ia berulang kali mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diterimanya di tengah masa sulit.
"Saya tidak menyangka akan mendapatkan bantuan secepat ini. Terima kasih kepada Sedulur Kebumen, semoga ketulusan hati ini dibalas dengan kebaikan yang lebih besar oleh Allah," pungkasnya dengan nada bergetar.***
