Kebumen Jadi Magnet Pendatang, Catat Angka Migrasi Masuk Tertinggi di Jawa Tengah
![]() |
| Kebumen Jadi Primadona Baru Pendatang, Angka Migrasi Tertinggi se-Jawa Tengah. (Foto: Canva) |
PALINGKEBUMEN.COM - Kabupaten Kebumen mencatat persentase migrasi masuk tertinggi di Jawa Tengah berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025.
Angka migrasi masuk risen di Kebumen mencapai 8,28 persen, mengungguli kabupaten dan kota lain di Provinsi Jawa Tengah.
Data SUPAS 2025 yang dirilis BPS Jawa Tengah menunjukkan dinamika perpindahan penduduk antarkabupaten dan kota di Jawa Tengah dalam lima tahun terakhir mengalami perubahan yang cukup aktif.
Kabupaten Kebumen menjadi daerah dengan arus pendatang terbesar, disusul Kota Salatiga sebesar 7,64 persen dan Kabupaten Purworejo 7,06 persen.
Konsep migrasi risen digunakan untuk mengukur perpindahan penduduk berdasarkan perbandingan tempat tinggal saat ini dengan tempat tinggal lima tahun sebelumnya.
Indikator ini menghitung jumlah penduduk usia lima tahun ke atas yang pernah berpindah tempat tinggal dalam periode tersebut.
Hasil SUPAS 2025 juga mencatat sebanyak 25 dari 1.000 penduduk Jawa Tengah merupakan migran risen antarprovinsi.
Daftar 10 Daerah dengan Migrasi Masuk Tertinggi di Jateng
Berikut adalah daftar lengkap 10 besar daerah dengan persentase migrasi masuk risen tertinggi di Jawa Tengah:
- Kebumen: 8,28 persen
- Kota Salatiga: 7,64 persen
- Purworejo: 7,06 persen
- Brebes: 6,38 persen
- Sukoharjo: 5,91 persen
- Purbalingga: 5,52 persen
- Banyumas: 5,48 persen
- Kota Magelang: 4,86 persen
- Pemalang: 4,34 persen
- Semarang: 4,30 persen
Secara regional, migrasi risen neto tertinggi terjadi di Kabupaten Kebumen dengan angka 6,83 persen. Sementara itu, Kota Surakarta menjadi daerah dengan migrasi risen neto terendah, yakni minus 0,29 persen.
Tingginya angka migrasi masuk di Kebumen menunjukkan daerah ini semakin menarik sebagai tujuan perpindahan penduduk di Jawa Tengah.
Perubahan pola migrasi tersebut menjadi gambaran penting dalam membaca perkembangan ekonomi, sosial, dan mobilitas masyarakat di tingkat regional.***
