Lahan Sawah di Kebumen Menyusut Tajam pada 2025, Berkurang Lebih dari 11 Ribu Hektare

Lahan Sawah di Kebumen Menyusut Tajam pada 2025, Berkurang Lebih dari 11 Ribu Hektare
Lahan Sawah Kebumen Menyusut 11 Ribu Hektar di 2025. (Foto: AI Image Generated)
PALINGKEBUMEN.COM - Sektor pertanian di Kabupaten Kebumen menghadapi tantangan serius. 

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kebumen menunjukkan penurunan signifikan pada luas lahan sawah dalam satu tahun terakhir. 

Pada tahun 2025, total luas lahan sawah di Kabupaten Kebumen tercatat sisa 28.747,50 hektar, merosot tajam dari tahun 2024 yang mencapai 40.139,55 hektar.

Penyusutan lahan untuk sektor pangan ini mencapai 11.392,05 hektar. Penurunan paling mencolok terlihat dari hilangnya pencatatan luas sawah di sejumlah kecamatan yang sebelumnya menjadi kantong produksi padi.

Perubahan Signifikan di Sektor Irigasi dan Tadah Hujan

Penyusutan lahan pertanian ini berdampak besar pada dua jenis pengairan di Kebumen, yaitu lahan irigasi dan lahan tadah hujan.

Lahan Irigasi

Pada tahun 2024, luas sawah irigasi di Kebumen mencapai 25.794,20 hektar. Namun, memasuki tahun 2025, angka tersebut menyusut menjadi 17.171,70 hektar.

Lahan Tadah Hujan

Nasib serupa terjadi pada area tadah hujan yang berkurang dari 14.306,35 hektar di tahun 2024 menjadi 11.536,80 hektar pada tahun 2025.

Lahan Rawa Pasang Surut & Rawa Lebak

Sektor pengairan ini cenderung stabil tanpa perubahan. Luas lahan rawa pasang surut bertahan di angka 38,00 hektar, terpusat di Kecamatan Klirong.

Sedangkan lahan rawa lebak tetap seluas 1,00 hektar yag berada di Kecamatan Kebumen.

Sejumlah Kecamatan Tercatat Tanpa Lahan Sawah di 2025

Berdasarkan rincian data per kecamatan, penyusutan total ini dipicu oleh tidak tercatatnya lagi aktivitas luasan lahan sawah di enam kecamatan pada tahun 2025. 

Padahal, pada tahun sebelumnya wilayah-wilayah ini menyumbang ribuan hektar lahan produktif.

Berikut adalah daftar kecamatan yang mengalami perubahan drastis hingga data luasan sawahnya tercatat kosong (strip) pada tahun 2025:

Buluspesantren: Memiliki 2.089,00 hektar di tahun 2024 (1.863,60 ha irigasi dan 225,40 ha tadah hujan), kini tercatat kosong.

Ambal: Kehilangan pencatatan dari total 2.837,05 hektar pada tahun 2024.

Kutowinangun: Sebelumnya memiliki lahan sawah seluas 1.448,00 hektar.

Poncowarno: Kehilangan area pertanian seluas 1.035,00 hektar.

Kuwarasan: Mengalami kekosongan data dari total luasan 2.119,00 hektar di tahun sebelumnya.

Gombong dan Karanganyar: Wilayah Gombong kehilangan 1.053,00 hektar lahan irigasi, sementara Karanganyar kehilangan total 813,00 hektar lahan sawah.

Di sisi lain, sebagian besar kecamatan yang masih bertahan menunjukkan angka luasan yang stabil. 

Kecamatan Adimulyo saat ini menjadi wilayah dengan kepemilikan lahan sawah terluas di Kabupaten Kebumen. Yakni mencapai 2.991,00 hektar, disusul oleh Kecamatan Puring seluas 2.477,00 hektar. 

Sementara itu, wilayah dengan total lahan sawah paling minim berada di Kecamatan Padureso dengan luas hanya 404,00 hektar.***