Biaya Hidup Warga Kebumen Naik pada 2025, Rokok Jadi Salah Satu Pengeluaran Terbesar

Biaya Hidup Warga Kebumen Naik pada 2025, Rokok Jadi Salah Satu Pengeluaran Terbesar
Pengeluaran warga Kebumen naik 10,7 persen, belanja makanan jadi tergerus. (Foto: AI Image Generated)
PR JATENG - Standar biaya hidup masyarakat di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, mencatatkan kenaikan sepanjang tahun 2025. 

Data terbaru menunjukkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan warga Kebumen meningkat dari Rp1.060.534 pada 2024 menjadi Rp1.174.420 pada 2025. 

Tren pertumbuhan ekonomi ini tercatat secara resmi dalam laporan Kabupaten Kebumen Dalam Angka 2026 yang dipublikasikan BPS Kabupaten Kebumen.

Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya alokasi belanja masyarakat, baik untuk sektor konsumsi pangan maupun kebutuhan non-pangan. 

Meski nominal belanja makanan meningkat, secara persentase porsi anggaran untuk kebutuhan non-pangan justru merangkak naik mendekati keseimbangan baru.

Makanan Jadi dan Rokok Masih Jadi Konsumsi Terbesar

Masyarakat Kebumen tampaknya semakin gemar mengonsumsi kuliner praktis. Kelompok makanan dan minuman jadi menempati urutan pertama sebagai pengeluaran terbesar di sektor pangan. 

Nominalnya naik dari Rp185.306 atau 17,47 persen pada 2024 menjadi Rp188.966 atau 31,55 persen pada 2025.

Sebaliknya, anggaran belanja untuk padi-padian sebagai makanan pokok justru mengalami penurunan dari Rp79.283 menjadi Rp70.396. 

Di sisi lain, komoditas rokok konsisten menyerap anggaran yang cukup besar, yakni naik dari Rp60.347 (5,69%) menjadi Rp63.308 (10,57%) per kapita dalam sebulan.

Secara kumulatif, total rata-rata pengeluaran untuk makanan di Kebumen mencapai Rp598.873 pada 2025, sedikit meningkat dari tahun sebelumnya yang berada di angka Rp565.260. 

Namun, secara persentase terhadap total pengeluaran, porsi pangan turun dari 53,30 persen ke angka 50,99 persen.

Belanja Barang Tahan Lama Melonjak Dua Kali Lipat

Pada sektor non-pangan, total pengeluaran bulanan masyarakat melonjak signifikan dari Rp495.274 menjadi Rp575.547. 

Komoditas perumahan dan fasilitas rumah tangga masih menjadi pos pengeluaran terbesar di sektor ini dengan angka Rp229.955 pada tahun 2025.

Lonjakan paling drastis terjadi pada kelompok belanja barang tahan lama (seperti elektronik atau furnitur). 

Sektor ini meroket lebih dari dua kali lipat, dari Rp36.156 pada 2024 menjadi Rp84.388 pada 2025. 

Pengeluaran untuk aneka barang dan jasa juga mencatat kenaikan berart dari Rp143.637 menjadi Rp162.520.

Kelompok Berpendapatan Rendah Paling Tertekan

Berdasarkan distribusi pengeluaran menurut kriteria Bank Dunia, pengeluaran kelompok 40 persen penduduk berpendapatan rendah mengalami kenaikan rata-rata pengeluaran dari Rp551.402 menjadi Rp601.237.

Kelompok 40 persen penduduk berpendapatan menengah mencatat pengeluaran dari Rp992.214 menjadi Rp1.069.745.

Sedangkan 20 persen penduduk berpendapatan tinggi mengalami lonjakan paling tinggi dari Rp2.214.715 menjadi Rp2.533.162.***