Jumlah Pondok Pesantren di Kebumen Naik Jadi 106 pada 2025, Santri Capai 17.148 Orang
![]() |
| Tren positif, jumlah pondok pesantren di Kebumen meningkat hingga 106 lembaga. (Foto: Pexels/Muhammad Solikin) |
PALINGKEBUMEN.COM - Aktivitas pendidikan Islam di Kabupaten Kebumen menunjukkan tren positif yang terus meningkat.
Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah yang dirilis pada April 2026, jumlah pondok pesantren di daerah berjuluk Kota Beriman ini sebanyak 106 lembaga pada 2025.
Perkembangan ini menempatkan Kebumen dalam jajaran 16 besar wilayah dengan basis santri terbesar di Jawa Tengah.
Jika menilik perjalanannya, grafik pertumbuhan pesantren di Kebumen bergerak cukup dinamis.
Pada tahun 2023, jumlah pesantren di Kebumen sempat berada di angka 74 lembaga, kemudian naik menjadi 101 lembaga pada 2024, hingga akhirnya mencapai 106 ponpes di tahun 2025.
Pertumbuhan infrastruktur pendidikan ini juga diimbangi oleh kesiapan tenaga pengajar.
Saat ini, tercatat ada 1.693 kiai dan ustadz yang aktif mengasuh serta mendidik para santri di seluruh penjuru Kebumen.
Sementara itu, total santri yang menimba ilmu di Kabupaten Kebumen mencapai 17.148 orang.
Peta Kekuatan Pesantren di Jawa Tengah
Secara cakupan yang lebih luas, BPS mencatat total pondok pesantren di seluruh Provinsi Jawa Tengah telah mencapai 5.451 lembaga.
Sektor pendidikan keagamaan ini didukung oleh total 60.295 kiai atau ustadz, dengan perputaran jumlah santri yang sangat besar, yakni mencapai 535.940 orang.
Dalam peta sebaran tersebut, Kabupaten Banyumas memimpin sebagai daerah dengan jumlah santri terbanyak, yakni mencapai 33.143 santri dari 267 pesantren.
Menyusul di posisi berikutnya adalah Kota Semarang dengan 28.345 santri, dan Kabupaten Wonosobo dengan 26.527 santri.
Berikut adalah daftar 16 besar kabupaten/kota di Jawa Tengah dengan jumlah santri terbanyak pada tahun 2025:
Kehadiran 106 pondok pesantren di Kebumen menegaskan posisi wilayah ini sebagai salah satu pusat pelestarian tradisi mengaji di pesisir selatan Jawa Tengah.
Dengan jumlah santri yang melebihi angka 17 ribu orang, sektor ini menjadi aset penting dalam pembangunan karakter, moral, sekaligus motor penggerak ekonomi berbasis umat di daerah.
Pemerintah daerah dan para pemangku kebijakan diharapkan dapat terus bersinergi untuk mendukung peningkatan kualitas fasilitas penunjang serta kesejahteraan para pengajar di lingkungan pesantren ke depannya.***

