Kasus Kebakaran di Kebumen Turun, Tapi Kerugian Justru Melonjak Jadi Rp2,9 Miliar Sepanjang 2025

Kasus Kebakaran di Kebumen Turun, Tapi Kerugian Justru Melonjak Jadi Rp2,9 Miliar Sepanjang 2025
Data BPS, kebakaran di Kebumen 2025 turun, kerugian capai Rp2,9 miliar. (Foto: Ilustrasi Canva)
PALIKEBUMEN.COM - Jumlah peristiwa kebakaran di Kabupaten Kebumen sepanjang 2025 tercatat mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. 

Meski demikian, nilai kerugian materi akibat kebakaran justru meningkat dan mencapai lebih dari Rp2,9 miliar. 

Data tersebut tercantum dalam publikasi Kabupaten Kebumen Dalam Angka 2026 yang diterbitkan oleh BPS Kabupaten Kebumen.

Berdasarkan data tersebut, jumlah kejadian kebakaran di Kabupaten Kebumen pada 2023 mencapai 90 kasus. 

Angka itu meningkat menjadi 109 kasus pada 2024, sebelum kembali turun menjadi 89 kasus pada 2025.

Dilihat dari objek yang terdampak, kebakaran rumah menjadi kategori yang paling banyak terjadi pada 2025. 

Tercatat sebanyak 60 rumah mengalami kebakaran, meningkat dibandingkan 45 rumah pada 2023 dan 46 rumah pada 2024.

Sementara itu, kebakaran pada bangunan atau lahan selain rumah menunjukkan tren menurun. 

Jumlahnya mencapai 45 kasus pada 2023, meningkat menjadi 63 kasus pada 2024, lalu turun tajam menjadi 29 kasus pada 2025.

Dari sisi ekonomi, total kerugian materi akibat kebakaran terus mengalami kenaikan. Pada 2023, kerugian tercatat sebesar Rp1,72 miliar. 

Nilai tersebut meningkat menjadi Rp2,88 miliar pada 2024 dan kembali naik menjadi Rp2,91 miliar pada 2025.

Untuk korban jiwa, data menunjukkan tidak ada korban meninggal dunia yang tercatat dalam periode tersebut. Sementara korban luka-luka tercatat satu orang pada 2023.

Data BPS Kabupaten Kebumen menunjukkan bahwa meskipun jumlah kejadian kebakaran pada 2025 menurun, dampak kerugian materi masih cukup besar. 

Kondisi ini menjadi pengingat pentingnya upaya pencegahan kebakaran serta peningkatan kesiapsiagaan masyarakat untuk meminimalkan risiko kerugian di masa mendatang.***