Kebumen Mulai Hadapi Gejala Penurunan Kelahiran, Ini yang Terlihat dari Piramida Penduduk
PALINGKEBUMEN.COM - Kabupaten Kebumen mulai menunjukkan gejala penurunan kelahiran jika dilihat dari struktur piramida penduduk Semester I 2026.
Kelompok usia 0–4 tahun terlihat menyempit dibandingkan kelompok umur di atasnya.
Data Agregat Kependudukan Kebumen bahkan secara eksplisit menyebut kondisi tersebut sebagai indikasi penurunan angka kelahiran.
Berdasarkan Data Konsolidasi Bersih (DKB) Kementerian Dalam Negeri Semester I 2026, jumlah penduduk Kebumen usia 0–4 tahun mencapai 82.498 jiwa, terdiri atas 42.459 laki-laki dan 40.039 perempuan.
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan kelompok usia 5–9 tahun yang mencapai 106.186 jiwa. Selisihnya mencapai 23.688 jiwa.
Sementara kelompok usia 10–14 tahun berjumlah 108.871 jiwa, atau 26.373 jiwa lebih banyak dibandingkan kelompok usia 0–4 tahun.
Pola tersebut membuat bagian dasar piramida penduduk Kebumen terlihat lebih sempit.
Dalam dokumen kependudukan tersebut, kondisi piramida disebut berbentuk ekspansif menuju stasioner. Penduduk terbanyak masih didominasi kelompok usia produktif 15–64 tahun.
Penyempitan kelompok usia 0–4 tahun menjadi sinyal demografis yang perlu diperhatikan.
![]() |
| Piramida penduduk Kabupaten Kebumen tahun 2026 semester I menurut umur dan jenis kelamin. |
Namun, angka tersebut sebaiknya dibaca sebagai indikasi, bukan sebagai angka langsung tingkat kelahiran, karena struktur kelompok umur juga dapat dipengaruhi dinamika kependudukan lainnya.
Di sisi lain, kelompok penduduk usia lanjut 65 tahun ke atas masih membentuk bagian penting dalam struktur penduduk.
Kelompok usia 75 tahun ke atas saja tercatat 56.717 jiwa atau 3,90 persen dari jumlah penduduk Kebumen.
Piramida penduduk Semester I 2026 menunjukkan Kebumen masih berada dalam masa bonus demografi, tetapi pada saat yang sama mulai terlihat perubahan di bagian dasar piramida.
Menyusutnya kelompok usia 0–4 tahun menjadi salah satu tanda yang perlu dicermati dalam perencanaan pendidikan, kesehatan, keluarga, hingga kebutuhan penduduk pada masa mendatang.***

